2/13/20

超級複雜的感受

最近在我生活上發生的問題很複雜。

世上我最相信的人讓我非常失望。

我一直看上這個人。

她一直是我做人的榜樣。

是我的期望太高嗎?

期望太高是錯的嗎?

上帝對我有什麼計劃?

是要讓我成長嗎?

是要讓我學習去饒恕嗎?

我要先饒恕我自己嗎?

不知所措。

不知如何是好。

Leia Mais…

10/9/17

我的舒適區

Kali ini, gue mau curhat sedikit tentang apa yang gue rasakan belakangan ini. Jujur gue bener-bener merasa jenuh banget dengan rutinitas sehari-hari gue sekarang. Gue merasa gue kehilangan motivasi terutama dalam pekerjaan. Rutinitas kantor membuat gue terlena dalam "comfort zone". Comfort zone memang benar-benar jahat, dia bisa membuat kita kehilangan surviving spirit. Kita akan dibuatnya merasa sudah cukup dengan apa yang kita dapat sekarang dengan melupakan bahwa sebenarnya kita mampu untuk mendapatkan sesuatu yang jauh lebih dari ini. 

Kalau gue ngga bisa meninggalkan comfort zone ini, maka kehidupan gue 5-10 tahun lagi sudah dapat diprediksi tidak akan jauh berbeda dengan saat ini. In my opinion, it's the worst nightmare, ever.. 
Banyak orang yang pasti akan menganggap gue gila atau mempertanyakan keputusan gue untuk meninggalkan "comfort zone". Terutama di saat sekarang, di mana gue sekarang sangat-sangat nyaman dengan kondisi di pekerjaan. Tapi gue dengan lantang akan mengatakan bahwa gue harus mengambil keputusan ini. Keputusan yang memang gue pernah akan ambil sekitar 4 tahun lalu. 
Jujur gue sudah fed up sama percakapan dengan beberapa teman baik gue, kita selalu "mengeluh" dengan kondisi kehidupan yang begitu-begitu saja, monoton dan tidak ada kemajuan yang kita cari. Kita selalu merasa kita bisa melakukan lebih dalam hidup ini, tapi tidak ada langkah yang kita lakukan. Percakapan yang sudah terjadi 3-4 tahun dan selalu berulang setiap kali kita bertemu. Jujur, saya bisa mengatakan "I'm fed up with those conversations."

Tantangan meninggalkan "comfort zone" ? 
Sekarang adalah tentang tantangan yang akan dihadapi saat gue meninggalkan comfort zone ini? Jujur gak mudah sama sekali meninggalkan comfort zone. Gaji bulanan yang pasti datang ke rekening tiap bulannya harus gue tinggalkan. Penghasilan tambahan dari bawa tour juga sudah pasti tidak bisa dinikmati lagi. Tapi gue merasa inilah saatnya gue mengambil keputusan dalam hidup gue. Tentunya gue sudah harus merubah mentalitas pekerja menjadi mentalitas pengusaha. Gak gampang pastinya, tapi gue mau mencoba. Ada peribahasa yang mengatakan "you miss 100% of the shots you don't take". 

Apa yang harus gue lakukan sekarang? 
Sebelum gue benar-benar meninggalkan comfort zone gue, gue masih ada waktu beberapa bulan untuk benar-benar berpikir tentang apa yang akan gue lakukan next. Gue harus benar-benar jelas tentang apa yang mau gue lakukan. Tentu saja yang gue lakukan ini akan sangat-sangat beresiko tapi life is about taking risks kan? Kita bisa menang, kita bisa kalah. Tapi kalau tidak mencoba sama sekali, kita 100% akan kalah. 

Reminder for myself.
Apa yang akan gue lakukan ini sama sekali tidak akan mudah. Gue pasti akan mengalami pengalaman-pengalaman tidak mengenakan, kerugian atau bahkan kegagalan. Kalau gue punya jatah 10x untuk gagal, maka gue akan ambil jatah itu sekarang juga. Yang pasti, gue gak mau ada lagi orang yang meng-underestimate karena it hurts so so bad.  It leaves scars that won't heal. 

Leia Mais…

10/2/17

Apa itu Kesuksesan dan Kebahagiaan ??

Pertanyaan ini pastinya seringkali kita tanya kepada diri kita sendiri berulang-ulang kali dalam hidup. 

Siapa sih yang tidak mau kedua hal itu? Sukses dan Bahagia. Saya mau. Kamu mau. Semua orang juga mau.

Sebelum mulai membahas lebih lanjut, ada satu hal yang perlu benar-benar kita pahami : “Kita semua tidak sama”. Definisi bahagia dan sukses menurut kamu belum tentu sama seperti definisi yang aku punya.

Definisi sukses dan bahagia saya adalah kedamaian dan kebebasan. Kebebasan untuk menikmati kebersamaan dengan orang-orang yang aku sayangi walaupun hanya melakukan hal-hal simple atau bahkan saat tidak melakukan apa-apa dan kedamaian pikiran dan kehidupan.  

Generally, salah satu faktor paling penting yang harus kita pelajari untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan sebenarnya sama. Tidak peduli perbedaan definisi yang kita miliki tentang sukses dan bahagia, juga tidak melihat perbedaan jenis profesi kita (ada yang bekerja menjadi pengusaha, guru, karyawan kantoran, salesman, ibu rumah tangga, mahasiswa, dll..) 

Faktor paling pentingnya, yaitu : “Orang Lain”.

Jika kita memahami cara berhubungan dengan orang lain, kita akan mempunyai kemungkinan sukses sekitar 85% dalam semua hal ; bisnis, pekerjaan, profesi, pelajaran, dll. Dan sekitar 99% pencapaian menuju kebahagiaan diri.

Tapi kembali lagi, kita tidak boleh lupa bahwa pada akhirnya kesuksesan adalah tentang berusaha dan terus berusaha. Ada kalanya kita menang, ada kalanya kita kalah. Satu hal yang pasti, semakin sering kita mencoba, semakin besar juga kemungkinan kamu berhasil. Pastinya tidak ada yang bisa menjamin bahwa kita akan berhasil, tetapi yang pasti adalah jika kita tidak mencoba, 100% kita tidak akan berhasil.

Rumus Kesuksesan :
Action = 50% berhasil atau 50% tidak berhasil
No action / malas / stay in comfort zone = 100% tidak akan ada hasil

Jadi sudah tau apa definisi sukses buat kamu?
Siapa dan apa yang bisa membuat kamu bahagia?
Bagaimana hubungan kamu dengan orang lain? Apakah sudah oke? 

Leia Mais…

8/11/17

Howger Chu 朱禹豪 – my friend, my roommate, my teacher in life

Kali ini saya mau cerita tentang seseorang yang saya kenal di Taiwan dan berpengaruh cukup besar di dalam kehidupan saya : Howger Chu. Sekilas tidak ada yang berbeda antara kita dengan Howger, hanya saja kebetulan dia tidak bisa melihat sejak lahir.

Selama studi saya di Taiwan selama 4 tahun, saya menghabiskan 2 tahun terakhir saya sekamar dengan Howger. Sebenarnya saya ditugaskan oleh kampus untuk membantu keseharian Howger di dormitory, seperti membelikan makanan, membawa baju kotor ke laundry room, mengantar Howger ke kelas pada pagi hari.

Terlahir dengan mata yang tidak bisa melihat sama sekali tentunya bukan hal yang satupun dari kita harapkan. Begitu juga dengan Howger, tentunya kita bisa bayangkan betapa down dan hopeless seseorang yang harus menghabiskan hidupnya tanpa indera penglihatan.

Pertama kali bertemu di suatu hari Minggu, tepatnya satu hari sebelum masuk sekolah, saya langsung mendapatkan impression bahwa Howger adalah seseorang yang sangat ramah dan terbuka dengan orang lain, sama sekali tidak ada pemikiran bahwa dia minder / tidak pede dengan kondisinya.

Semakin waktu berlalu, semakin saya mengenal personality Howger. Satu hal yang saya salut dan kagum dari dia, adalah selama 2 tahun tinggal bersama Howger sama sekali tidak pernah saya mendengar dia mengeluh satu kali pun. Walaupun kadang tugas sekolah banyak, ditambah kegiatan extracurricular yang diikuti, tapi Howger selalu mengerjakan tugas-tugas sekolahnya dengan bibir yang selalu tersenyum.

Howger sedang mengerjakan tugas di komputer khusus
Seringkali saya merasa kesal karena tugas kuliah yang menumpuk sedangkan tidak ada cukup waktu untuk mengerjakannya. Saya pun mulai menggerutu di meja belajar saya sendiri. Tapi tiap kali saya melihat Howger sedang sibuk sendiri mengerjakan PR-nya di komputernya tanpa mengeluh sedikitpun, saya merasa tertampar dan tersadar bahwa saya tidak seharusnya mengeluh dengan kondisi yang saya hadapi.

Bagaimana bisa seseorang yang tidak dikaruniai Tuhan dengan indera penglihatan bisa begitu grateful dengan hidupnya? Sedangkan saya yang dihadiahi anggota tubuh lengkap masih sering mengeluh dengan kondisi hidup yang saya rasa tidak sesuai dengan harapan saya. Sebuah pertanyaan yang perlu saya renungkan dan pertanyakan ke diri saya sendiri.


Selain memiliki kepribadian terbuka dan sifat yang selalu bersyukur, Howger juga dianugerahi Tuhan dengan suara yang bagus sekali dan kemampuan untuk bermain alat musik, seperti gitar dan piano.

Suatu kali saya berkesempatan untuk berkolaborasi dengan Howger dalam satu kompetisi menyanyi dan bermain gitar. Hasilnya… saya dan Howger memperoleh juara 1 !!! Suatu kenangan yang tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya.


Demikian cerita saya tentang Howger Chu, seseorang yang secara usia lebih muda dari saya, namun mengajarkan saya banyak hal dalam hidup, terutama dalam mensyukuri apa yang kita punya dalam hidup dan tidak mengeluh dalam menghadapi masalah apapun.

謝謝你,朱禹豪! 從你身上我學會了很多事情 : 學會了感恩,學會了知足,學會了微笑,學會了快樂。




Leia Mais…

8/7/17

Pendakian Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat

Berawal dari iseng-iseng melihat Instagram tentang naik gunung, dalam hati berpikir “keren juga nih..” jadi gue jadi tertarik untuk mencoba juga. Singkat kata gue browsing di internet dan Instagram, akhirnya ketemu 1 account di IG yang memang suka ngadain open trip. Akhirnya gue daftar dan join trip ke Gunung Guntur. Sumpahh, gue gak ada bayangan sama sekali di mana gunung itu.
Sekilas info tentang gunung ini : tinggi 2,249 meter dpl, erupsi terakhir tahun 1847. Jadi ini adalah gunung berapi masih aktif yang terletak sekitar 10 km dari kota Garut.

Tiba di basecamp (rumah warga yang dijadikan markas sebelum pendakian), gue sempat tidur sebentar, bersih-bersih dan sarapan. Setelah siap perlengkapan tempur, langsung berangkat menuju tempat camping. Setelah berjalan kurang lebih 7-8 jam, akhirnya tiba juga di lokasi bermalam. Untungnya lokasi camping dekat dengan sumber air bersih, lumayan untuk masak dan keperluan lainnya.

Salah satu hal yang gak bisa gue lupa dengan gunung ini adalah gunung ini masih AKTIF hanya sedang tertidur. Jadi di dalam tenda itu PANAS banget..
Besok pagi-pagi sekali, langsung summit attack. Medan ke puncak bisa dibilang lumayan berat, terutama kurang lebih 100 meter sebelum puncak di mana itu adalah medan berpasir. Gambarannya adalah kita jalan ke atas 2 langkah, maka akan turun 1 langkah ke bawah. Begitu terus sampai ke puncak.
Foto narsis di atas puncak Guntur (gunung Cikuray di belakang)
Pengalaman pertama naik gunung ini cukup menarik dan membuat ketagihan. Bertemu teman-teman baru, menaklukan rasa ngantuk untuk summit attack, kerja sama mendirikan tenda. Satu pelajaran yang gue ambil dari pengalaman naik gunung Guntur ini mau gue coba share sekarang.


Waktu pertama mulai meninggalkan basecamp dan berjalan menuju gunung Guntur ini, perlahan dari kejauhan mulai terlihat bentuk gunung ini. Walaupun bisa dibilang gunung ini tidak terlalu tinggi (2,249 mdpl) tapi waktu pertama kali gue lihat ketinggian gunung ini, dalam hati kecil gue ngomong : apa bisa yah gue sampai ke puncaknya? Gue harus jalan berapa lama yah baru bisa sampai? Kira-kira gue kuat gak yah sampai ke atas?
Gunung Guntur dari kejauhan..
Pertanyaan-pertanyaan kaya begitu yang terlintas dalam pikiran gue ditambah dengan panasnya udara saat itu bener-bener bikin gue down dan berpikir untuk berhenti aja. Tapi gue memutuskan untuk tetap bertahan dan berjalan selangkah demi selangkah menuju ke puncak gunung Guntur tersebut. Dan akhirnya, gue bisa sampai ke puncaknya.. 

Saat gue jalan balik ke basecamp dari lokasi camping, gw melewati jalan yang sama dan melihat lagi pemandangan yang sama, yaitu bentuk gunung itu dari kejauhan. Gue langsung merasa amazed gue bisa sampai ke puncak gunung yang sehari sebelumnya gue anggap mustahil untuk gue lakukan.

Gue rasa dalam hidup juga sama, ada beberapa hal / mimpi / keinginan yang kita anggap mustahil untuk dicapai, mungkin karena hal itu terlalu besar, terlalu tinggi, terlalu jauh dari jangkauan kita, sehingga kita sudah down bahkan sebelum kita punya keberanian untuk mencobanya. Dari pengalaman naik gunung Guntur kali ini, gue sadar satu hal : kita tidak bisa langsung mencapai keinginan / mimpi kita dalam sekejap mata tapi yang harus kita lakukan adalah terus berjalan selangkah demi selangkah menuju tujuan (mimpi) kita itu. Tidak peduli seberapa pelan kita berjalan, asalkan kita tetap melangkah di arah yang benar maka pasti kita bisa mencapainya. Tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk digapai asalkan kita mau memulai dan konsisten dalam melangkah untuk mencapai mimpi itu. 

Leia Mais…

8/3/17

最近的我..

好像我已經很久了沒寫這部落格,至少是已經過了四年半了。基本上,我的生活沒什麼大的改變。去年9月換了公司,但依然在旅遊業工作。一個東西沒變,就是我還是沒有女朋友,哈哈哈.. 這個是最慘的吧.. 其實也還好啦,可能我已經習慣了過自己一個人的生活吧。

很多身旁的朋友們一直在問我為甚麼到現在都沒有女朋友? 每次我都會試著躲開這問題,因為我真的不知道要怎麼回答。有些人說我太挑剔了,甚至有人問我是不是不喜歡女生了,哈哈哈.. 我都不想理他們了。

老實說,我這個人就是太重感情了。不知道這是否是好事情。只要我跟那個人不覺得舒服,我都不會勉強跟她在一起了。

最近我喜歡上一個女生了。別問我為什麼我會喜歡她,因為我自己也不曉得。愛情就是這麼奇怪。一個我們從來不想認識陌生人,過了幾個月後可能會變成我們最熟的人。很久沒喜歡上女生了,有點不知所措。其實,到現在我也不知道她對我有什麼感覺。真希望她對我也有感覺。不過,我不想有任何假設。我學到了一件事情,當你喜歡一個人時,別放太多的期望,因為期望越高,失望也越大了。讓那感情自然發芽吧。若她是屬於你的,他會變成你的。但若她不是屬於你的,再怎麼努力也沒有用。生活就是這麼不公平,我們不用麻煩自己試著改變這個事實。事實就是改變不了的,我們只能接受它,適應它。

先這樣囉,改天有空我再寫寫我的想法和感受...

Leia Mais…

10/18/11

What is your dream job ?

Pekerjaan impian bagi setiap orang jelas berbeda-beda. Kriteria untuk pekerjaan impian pun bervariasi. Banyak orang yang menganggap gaji besar sebagai standar pekerjaan impian, tapi apakah hanya itu syarat sebuah pekerjaan bisa disebut sebagai pekerjaan impian?
Setelah menyelesaikan kuliah selama 4 tahun di Taiwan, saya dihadapkan pada suatu pertanyaan besar : "Apa yang akan saya kerjakan setelah selesai kuliah??" Saya yakin pertanyaan ini pasti sering dipikirkan oleh mahasiswa di tingkat akhir. Jawaban dari pertanyaan ini tidak terjawab bahkan sampai saat saya kembali ke Jakarta pada akhir Juli 2010.

Pertengahan Agustus saya mendapat pekerjaan pertama saya di sebuah perusahaan Taiwan di daerah Cikupa Tangerang yang bergerak di bidang industri insole sepatu. Setelah bekerja selama 10 bulan, saya merasakan kegelisahan yang tidak tahu dari mana asalnya. Saya mulai merasa tidak nyaman dengan pekerjaan saya di perusahaan itu. Alasan utamanya adalah lokasi pabrik yang terletak jauh dari tempat saya dibesarkan (Jakarta) maupun rumah tempat saya tinggal bersama keluarga (BSD). Dikarenakan letak perusahaan yang jauh, maka saya diberi fasilitas mess di dalam pabrik. Setelah pulang kerja, yang bisa saya lakukan hanya bermain internet di kantor dan pulang ke mess untuk tidur. Rutinitas seperti ini membuat saya tidak nyaman dan ingin mencari pekerjaan lain yang bisa membuat kehidupan saya lebih lively.

Awal Juni 2011, saya memulai pekerjaan baru saya di dunia tour and travel. Ini adalah bidang yang sudah tidak asing lagi karena saya adalah lulusan Sekolah Menengah Industri Pariwisata (SMIP). Walaupun salary di tempat baru ini tidak sebesar di perusahaan sebelumnya, saya merasa bahwa passion saya adalah di bidang ini. Oleh sebab itu saya langsung mengiyakan tawaran bergabung dengan salah satu travel agent di Jakarta.

Sampai saat ini, saya sudah bekerja di bidang ini kurang lebih 4,5 bulan dan tidak ada penyesalan yang saya rasakan karena telah melepas pekerjaan dengan salary yang lebih oke di kantor sebelumnya. Ada pepatah yang mengatakan "do what you love or love what you do", saya sendiri lebih memilih yang pertama karena akan sangat menyiksa dan membosankan pastinya saat kita terpaksa menyukai apa yang kita kerjakan hanya karena kita gak mampu untuk mencari pekerjaan yang lebih kita sukai.

Apakah pekerjaan ini adalah dream job saya? Sejujurnya saya tidak tahu, tapi yang saya tahu hanyalah saya telah mengikuti apa yang menjadi passion saya. Kepada siapa pun yang membaca tulisan ini, saran saya hanyalah follow your passion and success will definitely follow you.

Leia Mais…

5/20/11

EVA Factory - My first job

Berikut adalah gambaran tempat saya bekerja selama 10 bulan dari bulan Agustus 2010 sampai Juni 2011. Hasil produksi utama perusahaan ini adalah EVA (sejenis bahan foam yang sering digunakan dalam pembuatan insole sepatu). Melalui gambar-gambar di bawah ini, saya akan mencoba memberikan penjelasan mengenai situasi dan lingkungan tempat kerja saya ini.

1. Ruang kerja
Ini adalah ruang kerja saya di bagian Sales & Marketing di perusahaan ini. Di depan saya duduk Mr. Lu Hung Ta, Marketing Manager sekaligus pemegang saham dari perusahaan ini. Awalnya semua pekerjaan saya lakukkan sendiri, karena belum ada asisten yang cocok di bagian ini. Yang terlama hanya bekerja kurang dari seminggu saja. Di atas meja selalu tersedia kamus Mandarin - Indonesia - Mandarin yang sering saya gunakan jika ada istilah harus saya terjemahkan ke dalam bahasa Mandarin atau sebaliknya.

2. Lingkungan luar pabrik
a. tempat penimbunan sampah
Terlihat berantakan bukan?? Inilah sampah hasil produksi yang dibiarkan begitu saja di halaman perusahaan. Alasannya agak rumit namun menarik : perusahaan ini adalah perusahaan asing yang diberikan fasilitas "Kawasan Berikat" oleh Bea Cukai Indonesia. Sebagai Kawasan Berikat, semua keluar masuk barang baik itu mesin, bahan baku produksi sampai sampah hasil produksi harus dalam pengawasan petugas Bea Cukai dan harus membayar Bea Masuk yang ditangguhkan. Pihak perusahaan yang enggan membayar pajak tersebut pun memilih untuk meletakkan sampah-sampah tersebut di halaman perusahaan walaupun tentunya sangat merusak pemandangan. Sampai saya resign dari perusahaan ini (31 Mei 2011), belum ada tanda-tanda bahwa sampah ini akan diangkut. Perusahaan besar dengan investasi jutaan dollar tapi enggan membayar pajak sampah hasil produksi yang hanya sebesar jutaan rupiah. Cukup menarik 'kan?

b. tampak luar gedung utama pabrik









3. Lingkungan dalam pabrik- proses produksi EVA (kiri ke kanan)


















Secara garis besar, proses pembuatan EVA dapat digambarkan melalui gambar di atas. Pertama, semua bahan baku diaduk rata dalam mesin kneader yang fungsinya hampir sama dengan mixer saat kita membuat kue (gambar 1). "Adonan" yang telah diaduk selama kurang lebih 12 menit pun kemudian digiling menjadi lembaran-lembaran tipis yang ukurannya disesuaikan tergantung permintaan pembeli (gambar 2). Langkah selanjutnya adalah "memanggang" lembaran tersebut di dalam mesin press yang memiliki suhu 150-180 derajat Celcius. Suhu ini lah yang akan mempengaruhi kekerasan bahan EVA (gambar 3). Terakhir, lembaran-lembaran tersebut diiris dengan ketebalan berbeda menggunakan mesin splitting (gambar 4).

- Laboratorium
Dalam laboratorium ini terdapat berbagai macam alat yang fungsinya untuk melakukan pengetesan terhadap kualitas EVA yang dihasilkan. Biasanya yang dites adalah ; elastisitas, daya tahan, kekuatan dan berat jenis. Setiap merk mempunyai standard yang berbeda-beda. Merk-merk besar seperti Adidas dan Nike biasanya menerapkan standard yang sangat tinggi untuk bahan-bahan yang dipakai untuk sepatu mereka.


4. Kamar mess
Di kamar ini saya tinggal selama kurang lebih 8 bulan. Kamar ini didesain untuk ditempati oleh 4 orang. Namun biasanya hanya saya dan Pak Sutrisno (mekanik) yang menempati kamar ini setiap harinya. Yang paling saya tidak suka dari kamar ini adalah kasur yang kayu penyangganya selalu copot setiap kali saya berbaring di atasnya.



Walaupun sekarang saya tidak bekerja lagi di perusahaan ini, namun saya tetap mensyukuri pengalaman yang saya dapat selama mengabdi di sana, terutama pengalaman bagaimana cara berhadapan dengan aparat pemerintahan (polisi, dinas tenaga kerja, petugas Bea Cukai, petugas Imigrasi, RT/RW dan sebagainya).

真正的成功是不會害人的...

Leia Mais…

Farewell to Taiwan

Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Ini adalah fakta yang sangat sulit diterima oleh semua orang walau pada akhirnya tidak ada orang yang bisa menolak kenyataan ini. Yang membedakan hanyalah waktu. Ada orang yang hanya numpang lewat di dalam kehidupan kita, ada juga yang ditakdirkan untuk berada di dekat kita selama bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun.
Sekitar 4 tahun dari hidup saya pernah saya habiskan di sebuah negara kecil bernama Republic of China (Taiwan). Dari Agustus 2006 sampai Juli 2010, saya mendapat kesempatan berharga untuk melanjutkan studi di Wenzao Ursuline College of Languages yang terletak di kota Kaohsiung, kota kedua terbesar di Taiwan. Selama 4 tahun tersebut, banyak sekali orang yang saya temui dan saya kenal. Waktu yang saya lewati bersama mereka tentulah mempunyai kesan yang sangat mendalam. Itu jugalah yang membuat saya sangat sulit untuk mengucapkan au revoir (baca: selamat tinggal) kepada mereka.

Berikut adalah farewell moments yang sempat saya abadikan sebelum meninggalkan Pulau Formosa :

1. Harvest Church Kaohsiung 大地豐收教會










* Gereja ini bisa dibilang adalah keluarga kedua saya selama di Taiwan. Bantuan yang mereka berikan baik itu secara moral dan material benar-benar membantu saya selama studi di Taiwan.
- Foto 1 : sehari sebelum saya meninggalkan Taiwan. Foto diambil setelah kebaktian hari Sabtu malam bersama teman-teman dari bagian profetik. (sumber : koleksi pribadi)
- Foto 2 : bersama keluarga 文斌哥 setelah makan malam di restoran spaghetti. Anak perempuan di tengah bernama 佩佩 /pei pei/, sangat suka digendong sehabis kebaktian. Miss her so muchhh... (sumber : koleksi pribadi)

2. Juniors 學弟妹們










* Bersama adik-adik kelas dari angkatan kedua sampai keempat.
Foto 1 : makan siang bersama adik-adik kelas ditemani dengan KFC fried chicken dan beberapa jenis sayur dan lauk yang diberikan oleh 廖老師 /liao lao shi/, Director of Center of Chinese Language. (sumber : Brenda)
Foto 2 : di Kaohsiung International Airport 小港國際機場, sesaat sebelum meninggalkan Taiwan untuk menuju Singapore. (sumber : koleksi pribadi)

3. Classmates 同班同學













* Bersama teman-teman seperjuangan di UF4A saat farewell party yang diadakan di Howard Hotel, Kaohsiung. Tadinya teman-teman sekelas akan mengadakan acara perpisahan besar-besaran yang akan dihadiri dosen-dosen. Tapi karena kurangnya koordinasi, acara tersebut terpaksa dibatalkan. Gantinya, beberapa teman memutuskan untuk mengadakan sendiri acara perpisahan dalam skala kecil yang terdiri dari makan malam dan acara tukar kado. Sayangnya saya harus kembali ke asrama sebelum pukul 11 malam sehingga tidak bisa mengikuti acara ini sampai selesai.

4. Close friends 好朋友們












* Atas inisiatif Donivan Hsiao 蕭煥諺, beberapa teman juga mengadakan acara perpisahan untuk saya di 50 Plaza (50樓世貿大樓). Pemandangan dari gedung ini pada malam hari sangatlah indah, kita bisa melihat dengan jelas tata kota Kaohsiung yang didesain oleh Jepang pada masa pendudukannya di Taiwan. Restoran tempat kami menikmati makan malam terletak di lantai ke-50 sehingga dapat memberikan pemandangan terbaik kota Kaohsiung pada malam hari.
- Foto 1 : bersama Mina Lai dan Amandine Liu, dua kolega selama bekerja di Department of French's Office. (sumber : koleksi pribadi)
- Foto 2 : inilah dia sang event organizer pada acara ini, Donivan Hsiao. Special thanks to him for organizing this unforgettable moment... (sumber : koleksi pribadi)










* Di Taiwan, orang biasanya mengadakan pesta perpisahan di restoran. Itulah sebabnya semua farewell parties bersama teman-teman dekat saya diadakan sambil makannn...
- Foto 1 : di salah satu restoran yang menyajikan Vietnamese cuisine pada acara perpisahan dengan Oceane Liu, senior di Department of French yang pada waktu itu bekerja di Alliance Francaise Kaohsiung (berita terakhir sekarang dia bekerja di Department of French di Wenzao). (sumber : koleksi pribadi)
- Foto 2 : bersama keluarga Andy Xu 許力中, salah satu anak dengan kebutuhan khusus di Wenzao. (sumber : koleksi pribadi)

5. Teachers and colleagues 老師及同事們



















- Foto 1 : bersama teman-teman kerja di LDCC (Languages Diagnostic and Counseling Center), tempat saya mengajar French conversation selama tahun terakhir di Wenzao. (sumber : koleksi pribadi)
- Foto 2 : di kantor fakultas bahasa Perancis bersama Patrick LIU (dosen bahasa Perancis) dan Christine YONG, Dean of French Department. (sumber : koleksi pribadi)
- Foto 3 : di depan Wenzao Dormitory bersama Liao Nan-yen, Director of Center of Chinese Language. Beliau adalah orang yang cukup berjasa selama studi saya di Taiwan, terutama saat beliau dengan sabar memberikan pelajaran tambahan untuk pelajaran Chinese Modern Prose 現代散文. (sumber : koleksi pribadi)
- Foto 4 : makan malam di restoran tradisional Taiwan di daerah Dashu, Kaohsiung County bersama Prof. Lai 賴昭志 老師 yang adalah host family saya selama 2 tahun terakhir di Wenzao. (sumber : koleksi pribadi)

Leia Mais…

5/15/11

The LIARS - the best band ever

Saat dengerin lagu di komputer, tiba-tiba berputarlah lagu 稻香 /dao xiang/ yang dimainkan oleh The LIARS waktu ikut kompetisi di Sun Yat Sen University, Kaohsiung. Saat itu juga terbayang banyak sekali memori indah yang pernah dilewati oleh The LIARS selama di Kaohsiung, Taiwan. Miss those moments damn much...

Sebenarnya nama LIARS adalah initial dari keempat personel band The LIARS.
L = Laureey (guitar + backing vocal)
I = Irwandi (guitar)
AR = Angela Retie (lead vocal)
S = Sabina alias Pipit (drum / jimbe)



I. Penampilan perdana (acara perpisahan Department T&I)

Kisah band ini bermulai pada tanggal 21 Mei 2009, tepatnya pada acara perpisahan (送舊大會) Translation and Interpreting Department di Gong Jian Hall, Wenzao.
Waktu itu, Sabina adalah salah satu panitia untuk acara tersebut. Karena saat itu belum ada alat musik perkusi (drum/jimbe), maka Sabina juga bermain gitar.
Penampilan perdana The LIARS bisa dibilang cukup sukses dan memuaskan.

II. Penampilan kedua (Wenzao Week - Foreigners Talent Competition)

Penampilan kedua The LIARS adalah pada tanggal 27 Oktober 2009, tepatnya pada acara Foreigners Talent Competition yang bertempat lagi-lagi di Gong Jian Hall, Wenzao. Saat itu, The LIARS menyanyikan lagu andalannya, yaitu 稻香 /dao xiang/ dari Jay Chou yang diremix dengan lagu 聽媽媽的話 /ting ma ma de hua/ dari penyanyi yang sama namun sedikit dimodifikasi liriknya menjadi 聽老師的話 /ting lao shi de hua/.
Lagu ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para juri maupun penonton yang hadir. Dan pada kompetisi ini, The LIARS meraih JUARA PERTAMA. Kemenangan ini jugalah yang membuat The LIARS semakin pede untuk mengikuti kompetisi-kompetisi berikutnya.

Ini adalah video latihan The LIARS sehari sebelum menghadapi Foreigners Talent Competition.


III. Pena
mpilan ketiga (Sun Yat Sen University, Foreigners Singing Competition)

Setelah penampilan kedua yang sangat memuaskan (mendapat juara pertama), The LIARS menjadi semakin percaya diri dan mencoba untuk mengikuti kompetisi di luar kampus Wenzao supaya tidak dianggap sebagai band yang "jago kandang". Salah satu guru dari Center of Chinese Language di Wenzao memberitahu bahwa di Sun Yat Sen University, Kaohsiung akan ada singing competition for foreigners. Kemudian, The LIARS memutuskan untuk mengikuti lomba tersebut dengan tetap mengusung lagu andalannya 稻香 /dao xiang/ + 聽老師的話 /ting lao shi de hua/. Hasilnya, The LIARS kembali mendapat JUARA PERTAMA ditambah dengan penghargaan The Best Group.

Video penampilan The LIARS di Sun Yat Sen University


Note :
Waktu melihat video ini di Youtube, saya menemukan satu komentar yang sangat menarik.
"哈~原本還覺得女主唱,太多話了~
但當男合音的出現,不論是OS,還是合音,一整個就是大加分呀!
哈~如果我是唱片公司的要找新人,一定要在這場比賽中簽一個人,
應該會會找那個男合音吧!^^
雖然他當合音,但很明顯實力遠勝其他人,又能吉他自彈自唱,
真的很優!加油唷!柳樂仁!(聽影片中女主唱介紹的,用字可能有­誤,請指正)^^ "

terjemahan dalam bahasa Indonesia :

" Hahaha.. Awalnya saya merasa lead vocal-nya terlalu banyak bicara, tapi saat backing vocal muncul, baik itu saat menyanyi sendiri ataupun suara dua, langsung menambah poin pada penampilan ini. Hahaha.. Kalau saya adalah orang dari perusahaan rekaman yang sedang mencari penyanyi baru dan harus memilih salah satu orang dari kompetisi ini, saya sepertinya akan memilih si backing vocal laki-laki itu!
Walaupun dia hanya menjadi backing vocal, tapi jelas sekali bahwa kemampuannya lebih dari yang lain, apalagi bisa bernyanyi sambil bermain gitar, benar-benar hebat. Semangat ya Liu Le Ren! "

IV. Penampilan keempat (Freakin' Rock Competition - Preliminary Round)

Atas informasi dari Sabina (lagi-lagi Sabina), The LIARS memutuskan untuk mengikuti kompetisi band rock di Wenzao. Ini benar-benar sesuatu yang baru buat The LIARS karena ini pertama kalinya kami bermain dengan tidak secara akustik. Awalnya, kami sedikit kebingungan memilih drummer, tapi untungnya The LIARS mempunyai personel serba bisa : Sabina. Lagu yang kami pilih untuk kompetisi ini adalah I won't go home without you (Maroon 5) dan Welcome to my world (Simple Plan). Kompetisi kali ini adalah babak penyisihan di Wenzao dan yang menang akan mewakili Wenzao Ursuline College of Languages untuk bersaing dengan 6 wakil dari kampus lain.
Sempat tidak pede setelah melihat penampilan dari grup lain yang dihuni oleh personel-personel dengan skill di atas rata-rata, di luar dugaan The LIARS berhasil mendapat JUARA PERTAMA dan berhak untuk mewakili Wenzao.

V. Penampilan kelima dan terakhir (Freakin' Rock 七爺怪彈 - Final Round)

Setelah kemenangan pada babak penyisihan, The LIARS pun menyiapkan diri untuk menghadapi kompetisi yang membawa nama Wenzao ini. Persiapan kali ini jauh lebih matang daripada sebelumnya karena beban untuk menang juga semakin berat.
Persiapan dimulai dari pemilihan lagu. Pada babak penyisihan, lagu I won't go home without you (Maroon 5) tidak kami bawakan dengan baik. Oleh sebab itu, kami pun memutuskan untuk menggantinya menjadi Umbrella yang dulu sempat dipopulerkan oleh Rihanna.

Tampil dengan dukungan penuh dari teman-teman, kami berusaha melakukan yang terbaik pada lomba kali ini karena kami pun tahu lomba ini mungkin jadi yang terakhir. Grup-grup dari sekolah lain tampil dengan sangat baik, dengan skill yang baik dan persiapan yang matang. The LIARS akhirnya berhasil mengakhiri lomba ini dengan mendapat JUARA TIGA. Sebuah hasil yang cukup memuaskan dan membuat kami bangga.

I really miss those moments so much. Togetherness is the best lesson I learned from this band. We will never be able to come back to the past but we can keep the memories we had from the past in our hearts and our minds.

Written specially for the other three LIARS.


Leia Mais…

2010 Kaohsiung International Puppet Theater Festival - 高雄縣國際偶戲藝術節


As my French teacher, Elodie Hsu, proposed to me to work as an interpreter for 2010 International Kaohsiung County Puppet Theater Festival, I had no idea what this festival was about. However, the slogan of the festival: “ALL COMING” deeply interested me, so I decided to accept this offer. This festival is held annually in order to promote the heritages and the development of the three main types of puppet arts in Taiwan: shadow puppetry, hand or glove puppetry (布袋戲), and marionette puppetry. This year, there were at least 21 puppet theater groups from 9 different countries, such as Australia, Korea, Italy, French, Brazil, Bulgaria, etc.


This activity was held in Wei Wu Ying Art Center from 14-21 February 2010. During this period of time, my main responsibility was to accompany a French group of marionette puppetry named Teatro Golondrino and to give them any assistance needed. This puppet troupe was composed by two performers; a 32 years-old French young man, Christophe Croes (middle), founder and leader of Teatro Golondrino and his assistant, Jessie (right), who was responsible for lighting. I love working beside them so much because they were really friendly, funny and energetic.

Since the performance was mainly dedicated to children, many children and their parents came to the stage after the performance and asked Christophe to take picture with them. In spite of fatigue, he always gave his best smile to the audience and never refused their request to take photos with Milo, one of his marionettes.


During this festival, in total, there were 6 performances from Teatro Golondrino; 4 indoor and 2 outdoor. Overall, all of performances were going smoothly and successfully without any serious problem. Moreover, Christophe and Jessie seemed enjoying their stay in Taiwan and were satisfied with my service throughout the festival. For me, I really appreciate this chance because this annual festival allowed me to put into practice my language ability, French and Chinese and provided me such a precious experience in translating and interpreting domain as well.

Note : This interpreting job was very well paid. I got about NTD 3,000/day or about IDR 900,000/day. Not bad for a beginner interpreter like me.

Leia Mais…

2/4/11

Les Égyptiens se révoltent contre leur gouvernement ! (terjemahan dalam bahasa Indonesia)

Les Égyptiens se révoltent contre leur gouvernement !

« Après la Tunisie, l'Égypte ! », « Pain, Liberté, Dignité ! », scandaient des milliers de manifestants, mardi dernier, dans les rues du Caire, la capitale égyptienne. Entre 15 000 et 20 000 personnes se sont rassemblées pour demander la démission du président Hosni Moubarak. Certaines d'entre elles, comme sur cette photo, se sont opposées aux policiers anti-émeute qui ont interdit ces manifestations.

C'est encore une fois le manque de liberté et la pauvreté qui ont poussé les Égyptiens à manifester tous les jours dans les rues du Caire, depuis mardi dernier.

Après les émeutes en Tunisie qui ont renversé le gouvernement de Ben Ali, c'est au tour du président égyptien Hosni Moubarak d'être fortement inquiété par son peuple. Cette fois-ci, c'est « Dégage Moubarak ! » que l'on peut lire sur les panneaux des manifestants.

Des mots violents et sans appel, à l'image du malaise qui existe entre le peuple égyptien et le président Hosni Moubarak qui dirige le pays depuis trente ans.

Pourquoi cette révolte ?

Parce que la population vit dans des conditions de plus en plus difficiles: la nourriture de base (huile, farine) est très chère, le travail manque et la police ne leur permet pas de s'exprimer librement. Du coup, les Égyptiens éprouvent un sentiment d'impuissance qui s'est petit à petit transformé en colère.

Ces trois derniers jours, malgré la coupure du réseau Internet - pour empêcher les gens de communiquer entre eux - et l'interdiction de manifester, les Égyptiens sont quand même descendus dans la rue. Mille personnes ont été arrêtées et sept sont mortes, lors des affrontements qui ont opposé policiers et manifestants.

Aujourd'hui, de nouveaux rassemblements sont prévus dans plusieurs villes égyptiennes.

Terjemahan:

Rakyat Mesir memberontak melawan pemerintah !

«Setelah Tunisia, Mesir berikutnya », «Roti, Kebebasan, Martabat!», itulah yang dinyanyikan oleh jutaan pengunjuk rasa, Selasa lalu di jalan-jalan raya kota Kairo, ibukota Mesir. Sekitar 15 ribu sampai 20 ribu orang berkumpul menuntut pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak. Beberapa di antara pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru-hara yang melarang aksi unjuk rasa ini.

Adalah kurangnya kebebasan dan kemiskinan yang mendorong rakyat Mesir untuk berdemo berhari-hari di jalan-jalan kota Kairo sejak Selasa lalu.

Setelah kerusuhan di Tunisia yang menggulingkan pemerintahan Ben Ali, sekarang giliran Presiden Mesir Hosni Mubarak yang terancam oleh rakyatnya sendiri. Dalam unjuk rasa kali ini, «Turun Mubarak» banyak tertulis di papan-papan yang dibawa oleh para demonstran.

Kata-kata kasar dan nyata, adalah gambaran ketidakharmonisan antara rakyat mesir dan Presiden Hosni Mubarak yang telah memimpin negara tersebut selama 30 tahun.

Mengapa pemberontakan ini terjadi?

Penyebabnya adalah karena penduduk Mesir hidup dalam kondisi yang makin lama makin sulit: makanan pokok (minyak, tepung terigu) sangat mahal, kekurangan lapangan pekerjaan dan polisi tidak mengizinkan mereka untuk berekspresi secara bebas. Akibatnya, rakyat Mesir merasakan ketidakberdayaan yang perlahan-lahan berubah menjadi kemarahan.

Tiga hari belakangan ini, walaupun terjadi pemutusan jaringan internet untuk mencegah pengunjuk rasa berkomunikasi dan larangan untuk berunjuk rasa, penduduk Mesir tetap turun ke jalanan. Ribuan orang ditahan dan tujuh orang meninggal dunia saat terjadi bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa.

Hari ini, beberapa kumpulan massa diperkirakan akan muncul di beberapa kota di Mesir.

Leia Mais…

2/2/11

Dunia kerja di PT. C**n L*


Perusahaan ini terletak di daerah Cik***, tepatnya di salah satu kawasan industri terbesar di daerah tersebut.
Saya masuk ke perusahaan ini sejak tanggal 16 Agustus 2010 atau sekitar 2 bulan sejak kelulusan saya.
Dalam tahap persiapan sebelum produksi, masalah yang dihadapi PT. Ch*n L* cukup kompleks dan membuat orang pusing tujuh keliling. Mulai dari urusan container yang
tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok karena izin penangguhan pajak mesin yang tidak kunjung dikeluarkan oleh Bea Cukai, sidak-sidak yang bertubi-tubi dari kepolisian (Polres, Mabes Polri), sampai pada keluhan masyarakat terhadap asap boiler yang dimanifestasikan melalui timpukan batu dan makian.

Selain itu, pengalaman yang saya dapatkan selama mengabdi pada perusahaan ini juga bisa dibilang sangat beragam walaupun kebanyakan adalah berurusan dengan orang pemerintahan. Pengalaman seperti bernegosiasi dengan petugas P2 Bea Cukai, menghadapi RT yang marah-marah sampai menggebrak meja, dan diinterogasi oleh Bagian Intelkam Polres mengenai keberadaan orang asing semua sudah pernah saya rasakan selama bekerja di PT. C**n L* ini.

Salah satu fenomena di daerah Tangerang yang mungkin jarang ditemui di daerah lain adalah calo. Keberadaan calo ini sepertinya mustahil untuk dihilangkan. Hati saya sangat miris
jika melihat para karyawan/karyawati yang melamar ke perusahaan tempat saya bekerja harus menyetor uang sebesar Rp. 1.000.000 - Rp. 1.700.000 kepada calo-calo yang biasa mangkal di warung tepat di depan pabrik.
Biasanya calo-calo ini tidak bekerja sendirian. Mereka bekerja sama dengan "orang dalam" yang lazimnya berposisi sebagai HRD atau Kepala Pabrik. Cara kerja mereka bisa dibilang sangat rapi dan sistematik. Calo-calo bertugas untuk mencari "korban" alias pencari kerja. Mereka mengiming-imingi para pencari kerja jaminan untuk masuk ke perusahaan tertentu. Kemudian calo-calo tersebut berkoordinasi dengan HRD atau "orang dalam" di perusahaan tersebut. Tujuannya adalah agar "orang dalam" tersebut bisa meloloskan / menerima calon karyawan/karyawati yang mereka bawa. Berikutnya, setelah calon pencari kerja tersebut resmi diterima bekerja, sang calo pun langsung meminta "uang jasa" kepada calon pencari kerja yang telah dibantu. Biasanya, bila orang tersebut menolak untuk memberikan "uang jasa" kepada si calo itu, HRD yang telah bersekongkol dengan si calo tidak akan memberikan kartu absen kepada karyawan tersebut sampai si karyawan menyetorkan uang yang diminta. Uang tersebut nantinya akan dibagi dua antara si calo dan si "orang dalam".
Sangat menyedihkan memang nasib calon pencari kerja yang mendapat pekerjaan melalui calo. Sebagai gambaran, UMR provinsi Banten pada tahun 2011 adalah Rp. 1.285.000. Jika "uang jasa" yang diminta si calo berkisar antara Rp. 1.000.000 - Rp. 1.700.000 berarti si karyawan harus memberikan gaji selama 1 - 1,5 bulan secara cuma-cuma kepada calo-calo. Sedangkan dengan uang segitu, mereka mungkin masih harus menghidupi anak-anak dan istrinya. Sungguh miris, bukan?

Sebentar lagi, tepatnya pada akhir Mei 2011, saya akan meninggalkan perusahaan ini. Surat pengunduran diri sudah saya buat dan akan saya ajukan secepatnya. Tidak ada masalah yang berarti antara saya dan perusahaan (pimpinan, teman kerja dan lingkungan kerja). Satu hal yang membuat saya mengundurkan diri adalah karena ketertarikkan saya di dunia pariwisata lebih besar, walaupun gaji yang akan saya dapatkan di tempat kerja yang baru (travel agent) bisa dibilang jauh lebih kecil dari gaji yang saya dapatkan sekarang. Pilihan ini cukup sulit untuk saya, namun saya berharap ini adalah keputusan yang terbaik untuk masa depan saya.

Leia Mais…

1/11/11

Prinsip-prinsip usaha orang Tionghua 華人做生意的原則

Prinsip-prinsip orang Tionghoa dalam memulai usaha adalah sebagai berikut :
Pertama, usaha keras, berani mencoba dan tidak takut gagal, memulai dengan apa adanya. Agaknya poin inilah yang menjadi kelebihan utama dari para pengusaha Tionghoa. Dalam keluarga Tionghoa, kerja keras bukanlah hal yang aneh. Mereka sudah terbiasa lembur hingga pagi. Jika ada kesempatan, seperti hari menjelang Lebaran, mereka tahu bahwa permintaan akan meningkat, maka mereka akan bekerja keras untuk memenuhi permintaan tersebut karena mereka menyadari bahwa Lebaran hanya satu kali dalam satu tahu. Moto orang Tionghoa dalam kerja keras yang sering saya dengar adalah “Kita harus bisa memindahkan gunung” dan “Kita harus bisa seperti orang lain walaupun kita melakukannya 100 kali lebih keras dari mereka.”

Orang Tionghoa pada umumnya berani memulai suatu usaha dan tidak takut gagal. Mereka mempunyai sense of urgency yang tinggi. Mereka sering berpendapat, “Jika tidak memulai sekarang, kapan lagi?” Gagal bukanlah hal yang menakutkan karena umumnya mereka selalu memulai usaha dengan apa adanya dan dari bawah.

Kedua, mengumpulkan informasi dan belajar. Sebelum terjun ke suatu bidang usaha, umumnya orang Tionghoa akan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Mereka tidak segan pergi ke saudara, teman, dan bahkan pihak yang tidak mereka kenal. Setiap pembicaraan dengan siapa saja mereka untuk menanyakan usaha yang akan mereka tekuni. Kemanapun mereka pergi, mereka akan membuka mata dan telinga lebar-lebar. Dengan kata lain mereka sangat mahir melakukan survey terhadap usaha yang akan mereka geluti.

Selain itu, mereka juga tidak segan untuk belajar. Cara belajar yang umum dari mereka adalah bekerja untuk orang yang usahanya serupa. Setelah yakin telah menguasai cukup informasi dan keterampilan mereka akan berusaha sendiri.

Ketiga, melakukan perencanaan. Perencanaan yang paling umum dilakukan oleh orang Tionghoa adalah melihat dari segi untung-ruginya suatu usaha. Dalam bahasa akademis, mereka mempertimbangkan visibility usaha yang akan mereka jalankan. Berapa banyak ongkos yang akan dikeluarkan, bagaimana cara mendapatkan bahan baku/material, bagaimana mempersiapakan produk mereka, siapa yang akan beli, akan dijual dimana, kapan kembali modal, dan berapa keuntungannya merupakan faktor utama yang mereka pertimbangkan.

Perencanaan mereka juga sangat memperhatikan efektifitas (tujuan tercapai) dan efisiensi (tepat cara, tanpa banyak mengorbankan waktu dan tenaga) usaha yang mereka geluti.

Keempat, membina relasi. Walaupun orang Tionghoa sangat kompetitif, tetapi mereka selalu sadar bahwa membina relasi adalah salah satu kunci keberhasil usaha mereka. Untuk membina hubungan baik mereka tidak ragu untuk mengeluarkan pengorbanan tertentu, seperti pemberian hadiah, mengundang makan dan melakukan entertain terhadap relasi mereka.

Siapa saja yang bisa membantu melancarkan dan mengembangkan usaha adalah relasi mereka. Dengan pembinaan relasi yang baik, akan terbuka kerja sama yang saling menguntungkan.

Kelima, kemampuan administratif dan inventory control. Agaknya banyak orang lupa akan hal yang satu ini. Orang Tionghoa sangat sadar akan pentingnya kemampuan dalam beradministrasi dan melakukan mengontrolan inventory. Mereka sangat memperhatikan secara terperinci setiap kegiatan usaha mereka dan merekamnya dalam catatan. Karena itu mereka tahu betul bagaimana neraca keuagan mereka dan persediaan inventory mereka.
Sebagai contoh, jika kita hendak belanja sesuatu di toko orang Tionghoa sangatlah jarang bahwa mereka sampai kehabisan persediaan.

Keenam, kemampuan pemasaran. Kemampuan pemasaran orang Tionghoa umumnya ditunjang oleh kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan dan kemauan pelanggan dan kemampuan menentukan harga jual dari suatu produk secara tepat. Dari proses ini, maka terjadilah penyebaran iklan gratis dari mulut kemulut.

Untuk pengusaha yang cukup besar, mereka melakukan positioning secara professional dengan mensponsori kegiatan tertantu dan pemasangan pengiklanan melalui media cetak dan media digital.

Ketujuh, mendelegasikan. Orang Tionghoa sadar betul bahwa untuk mengembangkan suatu usaha agar menjadi besar, mereka harus bisa mendelegasikan pekerjaannya. Syarat utama pendeligasian adalah bahwa orang atau karyawan mereka harus bisa dipercaya. Karena itu, mereka cenderung mencari orang yang sudah dikenal lama dan terbukti bisa dipercaya. Bagi mereka keahlian berusaha bisa diajarkan, tetapi kebercayaan tergantung dari masing-masing kepribadian.

Karena sistem kepercayaan ini jugalah maka, mereka tidak segan-segan meminta anak mereka yang masih kecil untuk membantu usaha mereka. Di lain pihak, anak mereka yang sudah terbiasa terekspos dengan usaha orang tuanya, membuat sang anak tumbuh dengan naluri usaha yang mendarah daging.

Kedelapan, mendiversifikasi. Pengusaha Tionghoa tidak mudah merasa puas dan cukup atas usaha mereka. Mereka selalu berusaha untuk memperluas usahanya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan deversifikasi produk.

Mereka cenderung mempunyai keinginan untuk memenuhi semua kebutuhan dan keinginan pelanggannya. Mereka ingin agar pelanggannya hanya datang ke mereka. Untuk itu, mewujudkan keinginan ini, cara yang paling tepat adalah berani melakukan deversifikasi produk.

Kesembilan, mengolah keuangan. Tidak ada istilah “uang mati” dalam kamus berdagang ala orang Tionghoa. Mereka selalu mempekerjakan uang tersebut supaya bisa berlipat ganda. Cara yang paling umum dilakukan adalah menanamkan modal kembali ke usaha mereka. Hal ini bisa dilakukan untuk memdirikan usaha baru atau untuk membesarkan usaha yang telah ada.

Mental untuk melipatgandakan uang memang sudah tertanam dari kecil di lingkungan keluarga mereka. Contohnya, jika mereka menerima pemasukan Rp.100, maka mereka akan menyimpan paling tidak Rp. 25 dan sisanya ditanamkan kembali keusaha mereka dan untuk kebutuhan hidup mereka.
Contoh prinsipnya adalah perencanaan yang baik dan kerja keras. Prinsip perencanaan yang baik adalah untuk mencapai keefektifan dan keefisiensian dalam proses kerja. Prinsip kerja keras adalah bagaiman memotivasi saya sendiri dan karyawan saya untuk tidak cepat putus ada.

Dalam kondisi seperti ini, orang tua sering memotivasi dengan berkata, “Ayo, kita bisa memindahkan gunung .” Pengalaman seperti ini diterapkan dalam usaha sekarang ini.

Inti kesuksesan dari bisnis keluarga orang Tionghoa, yaitu warisan nilai-nilai atau prinsip-prinsip usaha yang berhasil diturunkan oleh orang tua Tionghoa kepada anak-anaknya. Sebagai contoh, jika kita pergi ke toko-toko orang Tionghoa, sering kali kita dilayani oleh anak mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Tanpa merasa canggung, anak tersebut bisa melayani kita dengan mahirnya. Adalah hal yang wajar jika suatu saat ia tumbuh menjadi orang dewasa, maka ia sudah siap untuk berusaha.

Orang tua Tionghoa tidak pernah segan untuk melibatkan anaknya yang masih kecil dalam usaha mereka. Mereka sudah diberi tanggungjawab yang cukup besar untuk ukuran seorang murid SD. Mereka diajari setiap proses bisnis dari persiapan hingga sampai ke tangan pelanggan dan bagaimana menangani pelanggan setelah transaksi jual beli.

Anak-anak orang Tionghoa juga diajak kerja lembur, bahkan banyak dari mereka yang diajak bekerja sampai pagi tanpa tidur. Dalam proses kerja itu, mereka di dampingi oleh orang tua mereka. Pada kesempatan itu terjadi penurunan nilai-nilai cara berusaha dari orang tua mereka.

Melibatkan anak dari usia dini adalah cara yang paling ampuh dari orang tua mereka untuk membentuk anak mereka menjadi bisnismen tangguh di kemudian hari.

-taken from kaskus.us-

Leia Mais…